Pemeliharaan Anak Ayam Broiler & Layer

Pada pemeliharaan ternak unggas pada umumnya dibagi tiga fase pemeliharaan berdasarkan umurnya yaitu pemeliharaan fase starter, fase pertumbuhan dan fase produksi. Pada jenis ayam petelur, yang di maksud dengan fase starter yaitu dari umur satu hari sampai dengan umur 6 minggu, sedangkan untuk ayam pedaging atau broiler dimulai dari umur satu hari sampai dengan umur tiga minggu. Cara-cara pemeliharaan pada anak ayam broiler maupun anak ayam petelur dari umur satu hari sampai bulunya tumbuh sempurna, umumnya sama. Untuk jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Persiapkan Kandang
Kandang tempat pemeliharaan harus terpisah dari tempat pemeliharaan ayam dewasa, agar tidak terjadi penularan penyakit yang mungkin pada ayam dewasa tidak terlihat tetapi pada anak ayam bisa timbul.

2. Persiapkan Kebutuhan Pakan dan Minum
Ransum dan air minum harus tersedia dalam jumlah yang cukup, dijaga agar tempat ransum/air minum jangan sampai kosong. Pada saat anak ayam dimasukkan ke tempat pemeliharaan, air minum harus disediakan dan ransum diberikan setelah tiga jam berikutnya. Tempat air minum ditempatkan diluar tudung pemanas dan ditempatkan diatas litter. Setelah dua hari, tempat minum ditempatkan setinggi 2,5 cm diatas litter (setinggi leher anak ayam). Ransum bisa ditaburkan diatas box bekas pengiriman anak ayam, diatas baki atau diatas kertas penutup litter. Tempatkan sedikit agak jauh dari pusat pemanas, untuk menjaga agar ransum tidak terlalu kering tetapi harus terang agar mudah terlihat oleh ayam. Ransum diberikan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.

3. Sesuaikan Kebutuhan Suhu
Temperatur udara sekeliling induk buatan yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak ayam adalah 95 0 F (35 0C) dari mulai umur satu hari sampai dengan umur satu minggu. Selanjutnya setiap minggu berikutnya, temperatur induk buatan diturunkan 5 0 F sampai pertumbuhan bulu anak ayam tersebut tumbuh sempurna. Biasanya alat pemanas (induk buatan) ini diperlukan sampai anak ayam berumur 1 – 2 minggu, tergantung kepada kecepatan pertumbuhan bulu anak ayam tersebut dan keadaan cuaca.

4. Lihat Kebutuhan Peralatan
Setelah anak ayam berumur satu minggu, baik pembatas yang berbentuk lingkaran (chickguard) maupun kertas penutup bahan dasar litter, sudah tidak diperlukan lagi (diangkat). Tempat ransum/air minum perlu dipindahkan ke tempat yang agak jauh dari induk buatan dan sebaiknya ditempatkan lebih tinggi dari litter agar tidak terkotori oleh litter pada waktu anak ayam mencakar-cakar litter. Tempat ransum diletakkan setinggi punggung dari anak ayam dan tempat minum diletakkan setinggi leher anak ayam. Tempat ransum sebaiknya diisi hanya 1/2 sampai 2/3 penuh agar tidak banyak yang tercecer

5. Lakukan Pelebaran
Luas tempat pemeliharaan anak ayam jangan terlalu padat. Bila terlalu padat akan menyebabkan kematian meningkat dan pertumbuhan lambat. Sebagai patokan dapat dipakai ketentuan berikut :

  • Untuk anak-anak ayam jenis petelur yang berumur 0 – 6 minggu, dapat dipergunakan untuk 20 ekor / m2.
  • Untuk anak ayam potong (broiler) sampai dipanen (umur 6 minggu) cukup untuk 10 – 12 ekor / m2.
  • Dalam praktek, luas kandang ini biasanya diperluas disesuaikan dengan bertambahnya umur sampai mencapai luas maksimum dan biasanya sudah ada dalam buku petunjuk pemeliharaan yang dikeluarkan oleh perusahaan (breeder).

6. Kebutuhan & Jadwal Pemberian Pakan
Banyaknya ransum yang perlu disediakan untuk jenis ayam petelur tipe ringan dari umur satu hari sampai umur 6 minggu yaitu 1 kg/ekor, untuk tipe medium sekitar 1,3 kg/ekor, sedangkan untuk ayam pedaging dari umur satu hari sampai dengan umur 6 minggu (dipanen) sekitar 3,25-3,5 kg/ekor. Ransum sebaiknya diberikan 2x / hari yaitu jam 07.00 atau 08.00 pagi dan jam 14.00 siang. Bentuk fisik ransum yang diberikan pada anak ayam yaitu bentuk tepung (mash) dan biasanya sudah tersedia di toko makanan ayam atau dapat pula menyusun sendiri.

7. Potong Paruh untuk ayam Petelur
Pada anak ayam jenis petelur, kalau diperlukan bisa dipotong paruhnya antara umur 5 – 8 hari, yaitu untuk mencegah kanibalisme, mencegah pematukan bulu, mencegah pematukan kloaka dan mengurangi ransum yang tercecer. Pada anak ayam potong (broiler), pemotongan paruh ini tidak diperlukan. Paruh yang dipotong hanya 1/3 paruh bagian atas dan pisau pemotong harus pijar ( panasnya sekitar 81.5⁰ C ) agar tidak terjadi perdarahan. Alat pemotong paruh ini telah dibuat khusus dan banyak diperdagangkan yang disebut dengan “Electric Debeaker”.

8. Perhatikan Sirkulasi Udara di dalam kandang
Pada bagian dinding kandang yang terbuka, sebaiknya pada minggu-minggu pertama dinding tersebut ditutup dengan tirai dari plastik. Sewaktu-waktu tirai bisa dibuka setelah bulunya tumbuh sempurna tetapi pada malam hari tetap harus ditutup agar tidak terkena udara malam yang dingin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *