Makanan dan Saluran Pencernaan Unggas

Ternak unggas (ayam) tergolong Non Ruminansia, dimana lambungnya adalah lambung tunggal dengan alat pencernaan pendek/sederhana sehingga makanan harus sedikit serat kasar. Fungsi makanan, yaitu untuk hidup pokok (maintenance), produksi dan reproduksi. Ransum adalah sejumlah makanan yang siap diberikan kepada ayam untuk kebutuhan 24 jam.

Ransum tersusun dari bahan-bahan pakan. Ransum bisa berbentuk halus, kasar dan modifikasi dari 2 bentuk menjadi bentuk pellet dan crumble. Jenis makanan pada dasarnya merupakan bahan-bahan penyusun ransum dan ransum jadi. Jenisnya antara lain Konsentrat (30–40% protein), makanan fase Starter (20–22% protein), Grower (18–20% protein), Layer/Finisher (16–18% protein).

Saluran pencernaan pada unggas terbagi atas beberapa segmen, yaitu :

  1. Mulut (paruh),
  2. Esofagus,
  3. Tembolok (corp),
  4. Lambung kelenjar (proventiculus),
  5. Lambung keras (ventriculus/gizard),
  6. Usus halus (small intestine),
  7. Sekum (caecum),
  8. Usus besar (largeintestine),
  9. Kloaka (cloaca), dan
  10. Anus (vent)

Selain itu adapula pankreas dan hati yang merupakan organ yang diperlukan dalam membantu proses pencernaan. Umumnya daging unggas berwarna putih, hal ini disebabkan karena unggas hanya mengandung 1–3 miligram mioglobin tidak seperti daging berwarna merah seperti sapi yang mengandung lebih banyak mioglobin dalam jaringannya, yakni sekitar 8 miligram per gram daging daripada jenis daging lain. Mioglobin, seperti halnya hemoglobin, adalah protein yang mengikat oksigen. Hemoglobin mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh, sementara mioglobin menyimpan oksigen di dalam sel


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *