Jenis Dan Tipe Ayam Komersial

Beberapa persilangan bangsa ayam di dunia dikembangkan menjadi beberapa jenis (tipe) ayam komersial, antara lain sebagai berikut.
1. petelur (layer type) yaitu ayam yang dipelihara untuk diambil telurnya
2. Tipe pedaging (broiler type), yaitu ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya
3. Tipe Dwiguna (dual purpose), yaitu ayam yang dipelihara untuk diambil daging dan telurnya

A. Tipe Petelur

Ayam Petelur (layer)

Untuk mendapatkan tipe ayam petelur, ada beberapa sifat karakteristik yang harus diperhatikan pada ayam tipe petelur tersebut. Sifat-sifat yang dikembangkan pada tipe ayam petelur adalah
1. cepat mencapai dewasa kelamin (18-20 minggu)
2. ukuran telur normal (60-65grm)
3. kualitas telur bagus, kuat, dan seragam
4. produksi telur per tahun tinggi (250.300 butir)
5. bebas dari sifat mengeram
6. daya hidup tinggi (90%) dengan tingkat kematian rendah
7. bebas dari sifat kanibalisme dan mematuk bulu
8. mudah beradaptasi dengan lingkungan
9. nilai apkir ayam tinggi (2,3 – 2.5 kg)
10. konversi pakan rendah
11. pertumbuhan anak ayam relatif cepat
12. harga DOC bersaing.

Dari sifat-sifat di atas, bangsa/kelas ayam yang cocok untuk dikembangkan sebagai ayam petelur adalah ayam yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. bentuk tubuh lonjong (memanjang)
  2. bobot badan relatif ringan
  3. tulang ringan
  4. shank pipih dan melebar ke samping
  5. sayap kuat dan dapat terbang
  6. gerakan lincah, temperamental, dan peka terhadap perubahan cuaca
  7. pertumbuhan bulu cepat (pada umur 4 bulan bulu sudah sempurna)
  8. jengger tumbuh cepat dan masak kelamin pada umur 4,5 – 5 bulan
  9. produksi telur tinggi (250 – 300 butir/tahun) dan berat telur rata-rata 62 g/butir sampai pada umur apkir (72 minggu);
  10. bebas dari sifat mengeram;
  11. jarak antara tulang sternum dan kloaka 4-5 jari dan jarak antara dua tulang pubis minimal 3 – 4 jari.

B. Tipe Pedaging

Ayam Pedaging (broiler)

Tujuan pemeliharaan ayam pedaging adalah untuk memproduksi daging. Oleh karena itu, ada beberapa sifat yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut:
1. sifat dan kualitas daging baik (neatness)
2. laju pertumbuhan dan bobot badan (rate of gain) tinggi
3. warna kulit kuning
4. warna bulu putih
5. konversi pakan rendah
6. bebas dari sifat kanibalisme
7. sehat dan kuat, kaki tak mudah bengkok
8. tidak temperamental dan cenderung malas dengan gerakan lamban
9. daya hidup tinggi (95%), tetapi tingkat kematian rendah
10. kemampuan membentuk karkas tinggi.

Dari beberapa faktor di atas maka sifat yang harus dimiliki oleh ayam pedaging adalah sebagai berikut:

  1. bentuk badan segi empat dan dalam
  2. bulu luas dan lebar dengan alas dada bulat
  3. bulu lebat dan agak longgar
  4. gerakan lamban
  5. shank bulat dan tebal

C. Tipe Dwiguna

Ayam ini mempunyai sifat tengah-tengah, yaitu mampu memproduksi telur dan daging. Namun, produksi telur lebih rendah dibandingkan dengan ayam petelur dan produksi daging lebih rendah dibandingkan dengan tipe ayam pedaging. Oleh karena itu, ayam ini dinamakan tipe dwiguna (dual purpose). Ayam tipe dwiguna umumnya berasal dari Amerika. Dari beberapa tanda spesifik, kadang kala ditemukan penyimpangan dari standard perfecttion, yaitu disqualification yang antara lain meliputi:

  1. jumlah geligi ujung jengger lebih banyak atau kadang kala lebih sedikit
  2. jari atau persendian lutut bengkok
  3. warna cincin mata tidak sesuai
  4. kadang kala ditemukan cacat warna bulu
  5. warna putih di cuping telinga khususnya pada ayam Amerika dan Asia
  6. bobot badan sering tidak sesuai dengan ukuran standar
  7. kaki dan tulang dada bengkok

Contoh ayam tipe dwiguna yang pernah dijumpai di Indonesia adalah RIR dan Harco.

Ayam Rhode Island Red (RIR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *