Tahap Pemeliharaan Ikan Lele

Tahapan pemeliharaan pada budi daya lele sistem Bioflock dilakukan sejak bibit lele datang Menjadi catatan penting bagi para pembudidaya, yaitu proses aklimatisasi. aplikasi formulasi Bioflock serta pemberian pakan. Berikut tahapan pemeliharaan .

pemeliharaan bibit ikan lele

Aklimatisasi dan Penebaran Benih

Aklimatisasi yaitu cara untuk memperkenalkan kondisi lingkungan kolam kepada benih Proses ini dilakukan agar benih cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehingga tidak mudah stres saat dimasukkan ke dalam kolam. Dianjurkan aklimatisasi benih dilakukan pada pagi hari, maksimum pada pukul 09.00. Namun, bisa juga dilakukan pada sore hari mulai pada pukul 16.00. Sangat tidak disarankan aklimatisasi pada siang hari, karena dapat membuat benih kepanasan, memicu stres, hingga kematian.

Berikut tahapan aklimatisasi benih

  • Keluarkan benih dari kemasan.
  • timbang. lalu masukkan ke dalam bak plastik. Sebaiknya, pembudidaya tetap mengguna kan air bawaan yang berasal dari kemasan benih
  • Kurangi air dalam bak (menggunakan slang kecil agar air keluar perlahan) hingga tersisa setengahnya. Kemudian, tambahkan air dari kolam yang sudah dipersiapkan (air sudah 10 hari)
  • Lakukan kembali proses peragiantian air. sampai seluruh air di bak terganti dengan air dari kolam.
    Karena harus dilakukan secara perlahan. umumnya proses pertukaran air berlangsung selama 1-1.5 jam
  • Pindahkan benih ke wadah berbeda. Masukkan larutan herbal dengan dosis 0.5 ml/liter untuk membunuh bakteri patogen yang menempel pada benih. Biarkan benih terendam dalam larutan herbal selama 15-30 menit. Pada tahapan ini lakukan pula sortir benih yang sakit dan cacat
  • Sebelum menebar benih ke dalam kolam pembesaran, timbang benih terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mengetahui bobot ikan, sehingga mempermudah penentuan kebutuhan pakan pada saat pemeliharaan.
  • Selanjutnya, masukkan benih ke dalam kolam pembesaran. Saat proses pindah, benih jangan dituang langsung dari wadah berisi larutan herbal Namun, sebaiknya benih diserok dan biarkan keluar sendiri dari serokan

Aplikasi Formula Bioflock

Pada hari ke 2 setelah benih masuk ke kolam pembesaran, buang endapan sekitar 1% dari volume air kolam pada pagi hari. Selanjutnya, berikan 15 ml probiotik dan 15 ml molase. Pemberian probiotik sebanyak 15 ml bisa dilakukan sebelum atau setelah pemberian pakan pada pagi hari. Ulangi pemberian probiotik pada hari ke 4 dan lakukan secara rutin setiap hari hingga panen.

Pemberian Pakan

Setelah proses penebaran, puasakan benih selama 2 hari. Selama masa tersebut, asupan nutrisi ikan bersumber dari bioflok. Pemberian pakan pertama dilakukan pada hari ke-3 setelah penebaran. Pada saat pemberian pakan pertama, sebaiknya dikomposisikan dengan vitamin C. serta immunostimulan selama 4 hari berturut turut. Selanjutnya, berikan pakan sesuai dengan kebutuhan lele.

Menghitung Kebutuhan Pakan

Secara umum jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan lele. Karena itu, lakukan perhitungan kebutuhan pakan. Kelebihan jumlah pakan akan menyebabkan lele sakit, bahkan mati. Berikut pedoman pemberian pakan lele sistem konvensional.

Tabel kebutuhan pakan lele berdasarkan umur

Secara umum, berikut cara menghitung kebutuhan pakan lele sistem budidaya konvensional

  • Misalnya. benih ukuran 7-9 cm berjumlah 200 ekor/kg atau 5grm/ekor. Jika jumlah benih yang ditebar 3000 ekor, maka berat total benih adalah 5 gram*3000=15.000 gram = 15 kg
  • keperluan pakan untuk berat benih 5 gram ekor adalah 5% dari berat badan
  • kebutuhan pakan per hari untuk 3.000 ekor benih ukuran 79 cm adalah 15 kg x 5% 80% (tingkat kekenyangan ikan lele) 0,6 kg-600 gram
  • jika pemberian pakan 2 kali hari ini dan sore), maka pemberian pakan pada pagi hari sebanyak 300 gram dan sore hari sebanyak 300 gram
  • Selanjutnya, pemberian pakan harus disesuaikan dengan kondisi nafsu makan dan pertumbuhan lele

Sementara itu, dalam budi daya sistem Bioflock penggunaan pakan menjadi lebih hemat 30-40 dibandingkan dengan cara konvensional. Kondisi tersebut didasari adanya flok sebagai sumber pakan tambahan. Berikut pedoman pemberian pakan pada budi daya lele sistem Bioflock

Tabel kebutuhan pakan lele untuk sistem Bioflock

Pilihan Pakan
Jenis pakan yang diberikan kepada lele sistem Bioflock adalah pakan fermentasi. Pakan fermentasi lebih mudah dicerna dan nutrisinya cepat diserap oleh ikan. Selain itu, pembudidaya juga bisa menggunakan pakan berupa pelet yang dicampur Jamu lele

Namun, jenis pakan yang diberikan selama budi daya harus tetap dan tidak boleh berubah ubah sampai panen. Sebaiknya. pakan yang sudah tercampur jamu lele tidak dipakai untuk membuat pakan fermentasi. Sebab, dikhawatirkan memunculkan bakteri lain yang merugikan.

Membuang Endapan dan Penambahan Air

Pembuangan endapan dilakukan setiap hari dari bulan pertama hingga panen. Matikan aerator terlebih dahulu selama 15-30 menit sebelum endapan dibuang. Endapan yang dibuang berjumlah 1% dari volume air di kolam atau berkisar 10-30 liter.

Endapan dibuang dengan cara membuka stop kran yang terdapat pada pipa pembuangan. Proses ini dilakukan hingga air yang keluar dari dalam kolam berwarna bening. Setelah itu, tambahkan air ke dalam kolam menggunakan air tandon yang sudah diberi perlakuan

Pergantian Air

Pergantian air hanya dilakukan jika air kolam kondisinya nampak buruk yang ditandai dengan lemahnya pergerakan lele dan nafsu makan menurun Cara melakukan pergantian air dilakukan serupa seperti proses pembuangan endapan, yaitu dengan membuka stop kran pada pipa pembuangan Pergantian air dilakukan sebesar 30% dari volume air kolam

Namun, sebaiknya jangan menunggu kondisi air menjadi buruk. Karena itu, lakukan pergantian air secara rutin walaupun air dalam kondisi yang masih bagus. Ganti air kolam 25-30% dengan air tandon yang telah diberi perlakuan (garam) pada pagi hari. Kemudian, tambahkan formula yang terdiri dari campuran 20 ml/m MaxiGrow dan 100 ml/m molase yang telah diaduk dan dibiarkan selama 30 menit Sementara itu, pada sore harinya berikan 100 gram/m³ dolomit

Puasa

Setiap 7–10 hari sekali, pemberian pakan dihentikan sementara atau lele dipuasakan Puasa pemberian pakan dilakukan mulai sore. yaitu satu hari sebelum proses sampling dan sortasi. Agar lele tidak memuntahkan pakan yang bisa memicu terjadinya infeksi karena usus terluka.

Sampling dan Sortir

Sampling dilakukan setiap 1 minggu sekali untuk mengetahui kondisi pertumbuhan lele. Sampling juga diperlukan untuk mendapatkan update bobot ikan, sehingga perhitungan kebutuhan pakan menjadi lebih akurat.

Proses sampling : Ambil lele secara acak, lalu timbang dan hitung jumlah per kilogramnya

Pada saat sampling. lakukan juga pengamatan sebaran ukuran lele. Apabila terdapat perbedaan ukuran lele yang mencolok, lakukan sortir atau grading agar tidak terjadi kompetisi pakan dan kanibalisme. Berikut tahapan penyortiran.

  • Sediakan kolam cadangan. Alirkan air seluruhnya dari dalam kolam ke kolam cadangan.
  • Serok lele dan sortir menggunakan bak sortir.
  • Pisahkan lele sesuai ukurannya dan masukkan ke kolam yang berbeda.
  • Air dibagi jadi 2 kolam. Tambahkan air tandon hingga ketinggian air seperti semula, lalu berikan 250 ml formulasi Bioflock

Pengecekan dan Pengenceran Flok

Sebelum dan sesudah lele dipuasakan flok harus dipantau Bila flok berkurang berarti flok termakan, Proses pengecekan kondisi flok dilakukan dengan mengambil sebagian air kolam menggunakan alat Imhoff Con atau gelas transparan. Setelah itu, endapkan selama 30 menit dan amati jumlah endapannya

Kondisi flok yang baik. yaitu berisi endapan minimum 50 ml/liter air kolam dan maksimum 150 ml/liter air kolam (rata-rata 15-20% dari volume air kolam). Apabila endapan sudah mencapai 150 ml liter air kolam, sebaiknya lakukan pengenceran.

Pengenceran flok dilakukan dengan memperkecil aerasi selama 30 menit kemudian pipa pembuangan dibuka setelah 15 menit dari penghentian aerasi. Buka pipa pembuangan hingga air kolam berkurang sebanyak 20-30%. Isi kembali kolam menggunakan air tandon yang sudah diberi perlakuan (pastikan air pengganti memiliki pH yang sama dengan air kolam) hingga ketinggian air seperti semula.

Pengukuran Mutu Air

Lakukan pengukuran mutu air secara berkala selama siklus pembesaran lele. Berikut beberapa parameter yang perlu diukur

  • Periksa suhu air pada siang dan malam hari.
  • Usahakan suhu berada pada kisaran yang ideal.
  • yaitu 26-28°C • Ukur pH pada pagi dan sore hari (pH ideal, yaitu 6.5-8)
  • Endapan flok minimum 1 minggu sekali
  • Oksigen terlarut.
  • REDOX
  • Kepekatan (secchi disk)
  • Bau kolam
  • Perubahan warna air
  • Tingkah laku dan nafsu makan lele

Pemberian Kapur

Pemberian kapur pertanian (kaptan) atau dolomit pada kolam dilakukan setiap 7 atau 10 hari sekali Larutkan kapur ke dalam air, lalu saring dan ambil airnya. Dosis penggunaannya maksimum 100 gram m Pemberian kapur juga dilakukan pada kondisi tertentu, seperti air kolam berbau asam

Pemberian Garam

Pemberian garam dilakukan ketika penambahan air dengan dosis 1-3kg/m³ (disesuaikan dengan Jumlah air yang ditambahkan) pemberian garam juga dilakukan pada kondisi tertentu seperti lele menggantung dipermukaan ketika pagi hari. Pada kasus tersebut garam diberikan sebanyak 1 kg/m³ Pemberian garam juga meningkatkan toleransi lele terhadap NH³ maupun NO²

Pencatatan Kegiatan

Kegiatan usaha pembesaran lele sistem Bioflock harus terdata dengan baik, setiap kegiatan harus disertai dengan pencatatan Pencatatan berfungsi sebagai bahan evaluasi dan memudahkan penelusuran terhadap permasalahan yang terjadi selama budi daya berlangsung. Berikut pencatatan yang perlu dilakukan.
> Identitas kolam, meliputi nama kolam, ukuran, dan jumlah
> Benih, meliputi asal dan jumlah
> Pakan dan obat yang digunakan
> Sampling.
> Panen, meliputi hasil ukuran, FCR, dan SR.

Lanjut Ke >> Kendala Budidaya Lele dan Penanganannya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *