Panen, Pascapanen, dan Pemasaran

Menjadi sesuatu yang dinanti dari siklus budidaya, adalah panen. Berikut dijelaskan cara panen yang baik, perlakukan kolam usai panen hingga dapat digunakan kembali, serta tip pemasaran hasil panen agar pembudidaya mendapatkan laba lebih besar.

A. Panen

proses pemanenan lele sistem bioflock

Siklus budidaya lele dengan sistem Bioflock berlangsung sangat singkat, yaitu hanya 2,5 bulan sejak benih ditebar. Pada usia tersebut, pembudidaya sudah bisa panen 8-9 ekor/kg dari benih berukuran 7-8 cm. Proses panen sangat mudah dilakukan, yaitu cukup membuka saluran pembuangan air kolam untuk mengeringkan kolam. Setelah itu, serok lele, timbang, kemudian kirim ke pembeli. Panen juga bisa dilakukan oleh pembeli sesuai kesepakatan.

B. Pascapanen

proses pembersihan kola terpal pascapanen lele

Setelah proses panen dilakukan, biarkan kolam kering selama 1 hari. Pada hari berikutnya. buat persiapan air kembali di dalam kolam dan persiapkan pembuatan formulasi Bioflock. Setelah itu, kolam sudah siap digunakan kembali untuk siklus budi daya berikutnya.

Trik Pemasaran

Pemasaran termasuk kunci dari keberhasilan usaha pembesaran lele sistem Bioflock. Setelah budi daya dijalankan dengan baik dan hasilnya maksimum, pemasaran juga harus dilakukan secara tepat agar pembudidaya memperoleh keuntungan yang sesuai. Menurut penulis, pembudidaya dapat memasarkan hasil panennya sendiri dan memutus mata rantai pengepul. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar hasil panen lele dapat dipasarkan langsung ke konsumen.

  • Membuka saluran pasar sendiri dengan me menawarkan hasil panen langsung ke rumah warga, rumah makan penyedia menu lele, dan menawarkan ke pedagang ikan di pasar.
  • Membuka lapak penjualan lele segar sendiri di pinggir jalan atau pada lokasi yang dianggap strategis.
  • Hasil panen harus rutin. Misalkan, panen beberapa hari sekali atau maksimum seminggu sekali, sehingga konsumen mendapatkan ke pastian pasokan dan tidak menunggu terlalu lama untuk pasokan berikutnya.
  • Buatlah kelompok peternak. Apabila modal belum mencukupi untuk budi daya lele dalam jumlah banyak, buatlah usaha budi daya secara salah anggota kelompok atau menyewa lahan, sesuai kesepakatan bersama. Dengan berkelompok, jumlah kolam yang dimiliki bisa jauh lebih banyak ketimbang membudidayakan sendiri, sehingga dapat panen secara rutin dan menjual langsung ke konsumen.
  • Mengolah lele menjadi aneka produk olahan. Penulis berharap para pembudidaya dapat meningkatkan nilai produk lele yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi aneka olahan lele.

Lanjut ke >> Analisis Usaha Budidaya Lele Sistem Bioflock


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *