Kendala Budidaya Lele dan Penanganannya

kendala umum yang mungkin dihadapi pembudidaya lele dengan sistem Bioflock antara lain, kualitas air yang buruk. kematian benih, serta serangan penyakit Beberapa trik sederhana dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kendala tersebut

benih ikan lele mati mengabang

A. Kualitas Air Buruk

Kualitas air sangat memengaruhi keberhasilan budidaya sistem Bioflock. Berikut beberapa kondisi kualitas air kolam yang buruk penyebab terjadinya serta cara menanggulanginya.

Kondisi air kolam yang baik
  1. Kematian Plankton Biasanya, kematian plankton pada air kolam terjadi pada awal budidaya atau beberapa hari usai benih ditebar. Matinya plankton menyebabkan kadar amonia meningkat sehingga lele menjadi stres. mudah terserang penyakit, dan akhirnya mati Sangat dianjurkan pembudidaya untuk disiplin mengikuti rekomendasi pemberian probiotik dan molase
  2. Air Berwarna Merah, Kental, dan Berbau Air kolam berwarna merah, kental dan berbau terjadi karena kadar amonia di dalam air kolam sangat tinggi. Akibatnya, lele menjadi stres. menggantung, dan sebagian terserang penyakit kuning. Penanganannya bisa dengan mengganti air sebanyak 30%, puasakan lele selama beberapa hari. Kemudian berikan daun pepaya atau herbal anti stress serta garam sebanyak 200-300 gram/m.
  3. Air Putih Keruh dan Berbau Pada kondisi air kolam yang keruh dan berbau membuat lele akan menggantung, nafsu makan berkurang, dan kadang terjadi kematian. Penanganannya cukup sederhana, yaitu dengan cara mengganti air kolam sebanyak 20-30%. Setelah itu, berikan molases sebanyak 20 ml/m dan Probiotik sebanyak 5 ml/pada pagi hari. Berikan juga daun pepaya atau herbal anti stres dan garam sebanyak 200-300 gram/m. Jangan lupa puasakan lele dari pemberian pakan hingga kualitas air membaik.

B. Kematian Benih

Kematian benih merupakan kendala yang umum dihadapi oleh para pembudidaya lele, terutama setelah tebar benih. Berikut beberapa kondisi kematian benih, penyebab terjadinya, serta cara mengatasinya.

Kematian Benih Ikan Lele
  1. Benih Dalam Posisi Menggantung Sehari setelah tebar, umumnya kendala yang muncul adalah benih tampak menggantung di air kolam dan biasanya benih mati di hari berikutnya. Kondisi tersebut disebabkan stres berlebih ketika diperjalanan, proses grading benih, atau juga proses adaptasi di lingkungan baru. Penanganannya dapat dilakukan dengan mengisolasi benih yang mati dari kolam. Selanjutnya, serok dan buang lele yang mati tersebut. Puasakan lele dan berikan herbal antistres, MGI, serta molase.
  2. Benih Menggantung dan Perut kembung Kendala lain yang dapat muncul adalah benih menggantung dengan kondisi perut kembung kemudian mati. Hal ini dapat terjadi saat terjadi kelebihan pemberian pakan, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan. Segera serok dan buang lele yang mati. Ganti air kolam sebanyak 50%, kemudian berikan garam 500 gram/m. Setelah itu, beri pakan yang sudah difermentasi dengan mengurangi porsinya.

C. Serangan Penyakit

Hama dan penyakit pada ikan lele
  1. Cacar (White Spot) Serangan penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik merah pada tubuh ikan. Kemudian bintik tersebut pecah dan mengeluarkan darah, lalu menjadi bercak atau bintik putih seperti cacar. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang dipicu oleh buruknya kualitas air kolam dan faktor kelebihan pakan. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengganti 50% air kolam, pemberian garam sebanyak 500 gram/ m, dan pemberian daun pepaya atau bawang putih sebanyak 20-24 gram/m.
  2. Penyakit Kuning Ciri dari serangan penyakit ini, yaitu warna tubuh lele menjadi kekuningan, Lele menjadi lemas, lalu mati. Penyebabnya adalah kualitas air yang buruk, terlalu kental dan berbau. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak segar, bangkai, atau pakan kedaluwarsa. Penanganannya, yaitu dengan cara mengganti 50% isi air kolam dan puasakan ikan selama 2 hari. Berikan juga probiotik sebanyak 5 ml/m pada pagi hari. Lalu, berikan dolomit sebanyak 15-25 gram/m². Usahakan, tambahkan vitamin pada awal pemberian pakan.

D. Kanibalisme

mengudu dan daun pepaya untuk pengobatan kanibalisme pada lele

Penyebab lele menjadi kanibal, yaitu jumlah pakan yang diberikan kurang atau tidak sesuai rekomendasi. Menghindari terjadinya kanibalisme dapat dilakukan dengan memasukan cacahan daun pepaya ke dalam kolam. Selain itu, dapat juga memanfaatkan buah mengkudu: Caranya, halus kan mengkudu dan masukkan ke dalam kolam dengan dosis 1 kali dalam seminggu.

Lanjut Ke >> Panen, Pascapanen, dan Pemasaran


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *