Cara Pembuatan Kolam Terpal Untuk Budidaya Lele

Sebelum membuat kolam ada baiknya buat terlebih dahulu rangka kolam dari wiremesh dengan ukuran kolam sesuai yang dibutuhkan, Pastikan kolam dibangun di lahan yang datar, agar kolam dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Bersihkan dan ratakan lahan yang akan digunakan sebagai tempat berdirinya kolam.

Proses Mempersiapkan besi Waremesh untuk rangka kolam

Buatlah tanda lingkaran di tanah menggunakan jangka dari kayu dan tali plastik dengan diameter kolam sesuai kebutuhan pambudi daya. Kemudian gali tanah berbentuk lingkaran, sesuai diameter dari kolam untuk dudukan bata sebagai pondasi kolam. Penggalian tidak perlu dibuat terlalu dalam.

Proses pembuatan tanda lingkaran di tanah menggunakan jangka dari kayu dan tali

Pasang pondasi berupa batu bata sesuai dengan ukuran lingkaran kolam. Plester batu bata menggunakan adukan semen agar pondasi kuat menahan kolam dan tampak lebih rapi. Plester seluruh bagian bata, kecuali pada bagian penempatan pipa pembuangan (satu baris bata). Apabila alas berupa tanah, cukup menggunakan 1 tumpuk batu bata. Jika alas berupa plesteran semen, dibutuhkan 3 tumpuk batu bata agar lebih leluasa untuk menempatkan pipa paralon pembuangan.

pemasangan Batu bata untuk pondasi kolam

Lapisi alas tanah atau semenan dengan batuan pasir kasar, lalu lapisi kembali dengan pasir halus. Pelapis alas kolam ini dibuat berbe cekung ke arah tengah kolam. Tujuannya, untuk memudahkan air keluar pada pemeliharaan harian atau pun saat panen. Untuk daerah dingin (di atas 600 m dpl) alas kolam dapat diberi tambahan pelapis berupa sekam.

proses pelapisan alas kolam menggunakan pasir

Pasang rangka wiremesh di atas pondasi batu bata. Satukan rangka bagian bawah dengan pondasi menggunakan paku beton. Selanjutnya, rangka dan pondasi diplester dengan semen.

proses pemasangan rangka wiremesh di atas pondasi batu bata

Pasang karpet di bagian dalam rangka kolam. Karpet dipasang hingga ketinggian 90 cm dari dasar kolam. Fungsinya agar rangka lebih kuat menahan tekanan air dan menghindari kontak langsung antara terpal dan rangka. Satukan karpet dengan rangka kolam menggunakan cable tie.

proses pemasangan karpet di bagian dalam rangka kolam

Siapkan terpal. Sayat bagian tengah terpal membentuk bintang menggunakan cutter untuk memasang L knee. Sayatan jangan terlalu dekat dengan L knee agar lubang tidak terlalu besar. Selanjutnya, pasang L knee pada lubang tersebut.

Sayat bagian tengah terpal

Tembuskan L knee ke dalam sayatan tersebut. Pastikan L knee masuk dengan rapat dan sayatan tidak terlalu lebar, sehingga tidak menyisakan celah antara terpal dengan L knee.

tembuskan L knee ke dalam sayatan

Setelah posisi knee berada di antara terpal, rekatkan L knee dan terpal menggunakan lem korea. Kemudian, diamkan hingga benar-benar kering. Setelah itu, berikan drat atau cincin agar semakin rapat dan tidak ada kebocoran.

rekatkan L knee dan terpal menggunakan lem

Rapikan terpal hingga memenuhi seluruh bagian alas kolam dan rangka. Untuk di daerah dingin, beri pelapis berupa busa kursi yang dimasukkan di antara karpet dan terpal.

Rapikan terpal hingga memenuhi seluruh bagian alas kolam

Kemudian atur posisi terpal sedemikian rupa, sehingga L knee yang berada pada bagian tengah terpal dapat bertemu dengan pipa pembuangan di bagian bawah kolam, rekatkan menggunakan lem pipa. Sambung L knee di bagian atas terpal yang ujungnya menghadap ke atas dengan pipa penyaring. Pasang pipa penyaring sepanjang 15 cm yang berlubang-lubang dengan diameter 1-1,5 cm ke L knee di bagian tengah terpal. Beri tutup di ujung pipa penyaring.

pasang pipa penyaring sepanjang 15 cm

Pasang T knee di sisi paralon yang berada di luar kolam untuk disambungkan dengan pipa pengeluaran. Pasang stop kran pada ujung pipa pembuangan yang menuju saluran pembuangan.

pasang stop kran pada ujung pipa pembuangan

Siapkan slang plastik dengan diameter sedikit lebih besar dibandingkan dengan diameter lingkaran rangka kolam bagian atas. Sayat slang dari ujung ke ujung, sehingga dapat dimasukkan ke sekeliling rangka bagian atas kolam. Setelah slang dimasukkan ke rangka bagian atas, kencangkan menggunakan cable tie. Fungsinya untuk menghindari terpal kontak langsung dengan rangka, sehingga terpal tidak saling bergesekan sobek. dan terhindar dari lecet atau

Pasang pipa setinggi ketinggian air di kolam. Pipa tersebut akan dijadikan sebagai pemantau ketinggian air kolam.

pemaasangan pipa yang akan dijadikan sebagai pemantau ketinggian air kolam

Setelah terpal terpasang. kolam dapat diisi air dengan volume hampir penuh. Kencangkan pinggiran terpal dengan tali tambang yang dikaitkan ke rangka kolam. Fungsinya untuk menjaga agar terpal tidak berubah posisinya selama proses budi daya berlangsung. Letakkan pipa aerator di bagian tengah kolam, sehingga sirkulasi udara merata.

Kencangkan pinggiran terpal dengan tali tambang

Atap Kolam

Air hujan yang masuk ke kolam dapat mengubah kadar pH air dan menurunkan konsentrasi bioflok. Karena itu, dibutuhkan atap kolam yang dapat melindungi kolam dari terpaan air hujan, serangga, dan kotoran yang dapat mengganggu kondisi air kolam. Namun, lele membutuhkan sinar matahari untuk mendukung pertumbuhannya, apalagi dalam budidaya sistem BioMaxi dengan padat tebar yang sangat tinggi. Karena itu, gunakan plastik UV sebagai atap kolam budi daya.

Atap Kolam Terpal

Atap kolam. Pasang atap kolam dari plastik UV dengan tinggi minimum 3 meter

Peralatan Pendukung Budi Daya

  • Serok jaring.
    Digunakan untuk mengambil kotoran yang masuk ke dalam kolam
  • Bak sortir
    Bak plastik berlubang lubang yang digunakan untuk memisahkan lele sesuai ukurannya
  • Wadah pakan
    Bisa menggunakan ember plastik agar mudah dibawa ke kolam

Lanjut ke >> Persiapan Proses Pemeliharaan Lele


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *