Perilaku Organisasi

Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).[1] Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri.

Studi organisasi adalah telah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.

Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.

Halo Effects

A halo effect occurs when one attribute of a person or situation is used to develop an overall impression of the individual or situation.

  – Organizational Behavior, Schermerhorn Page 91 –

  • Efek halo terjadi ketika satu atribut seseorang atau situasi digunakan untuk mengembangkan kesan keseluruhan dari individu atau situasi.
  • Bias sistematik yang terjadi dalam sebuah penilaian subjek yang mengakibatkan terjadinya generalisasi dari satu aspek penilaian yang kemudian mempengaruhi keseluruhan aspek tersebut.
  • Halo Effect merupakan bagian dari distorsi dari persepsi umum.

Halo Effect pada umumnya

  • Terjadi pada pertemuan pertama
  • Penilaian terhadap orang yang baru dikenal
  • Mengkategorikan dari yang dilihat/ dirasakannya

Halo Effect pada proses penilaian kinerja
Efek Halo sangat penting dalam proses penilaian kinerja karena dapat memengaruhi evaluasi kinerja bawahan seorang manajer. Misalnya, orang-orang dengan catatan kehadiran yang baik cenderung dipandang sebagai orang yang cerdas dan bertanggung jawab; mereka dengan catatan kehadiran yang buruk dianggap berkinerja buruk. Kesimpulan semacam itu mungkin atau mungkin tidak valid. Adalah tugas manajer untuk mencoba mendapatkan tayangan yang sebenarnya daripada membiarkan efek halo menghasilkan penilaian yang bias dan salah.

Kategori yang sering menjadi acuan penilaian

Sifat
Contoh:

  • Senyum seseorang pada pertemuan pertama menandakan keramahan
  • Cara berjabat tangan yang erat menandakan pribadi yang hangat dan terbuka untuk pertemanan
  • Pembicaraan yang tersendat mendakan orang tersebut membosankan

Fisik/ Kepribadian
Contoh:

  • Aroma parfum yang menenangkan mencerminkan sifat yang tenang
  • Cara berpakaian yang baik menandakan sebuah kedewasaan dan kemandirian
  • Cara berpakaian yang urakan menandakan pribadi yang tidak teratur

untuk lebih jelasnya bisa kita lihat vidio di bawah ini :


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *