Paradigma Pemrograman

Sebenarnya apa maksud dari paradigma pemrograman itu? Jika dilihat dari kata perkata, maka :

Paradigma adalah sudut pandang tertentu yang digunakan terhadap suatu problem, realitas, keadaan dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir seseorang, mengarahkannya terhadap beberapa atribut dan mengabaikan atribut lain, sehingga paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas.

Program komputer atau sering kali disingkat sebagai program adalah serangkaian instruksi yang ditulis untuk melakukan suatu fungsi spesifik pada komputer.

Pemrograman adalah suatu seni dalam menggunakan satu atau lebih algoritma yang saling berhubungan dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi suatu program komputer.

Jadi, Paradigma pemrograman adalah cara untuk mengklasifikasikan bahasa pemrograman berdasarkan fitur mereka. Bahasa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa paradigma.

Ada banyak jenis paradigma pemrograman, dan pada kesempatan ini kita akan menguraikan 4 jenis paradigma pemrograman. Diantaranya adalah :

1. Pemrograman Fungsional

Pemrograman jenis ini memiliki cara pandang dalam menyelesaikan suatu masalah pemrograman sebagai suatu komposisi fungsi yang memetakan masalah ke jawaban yang diiinginkan. Apakah kamu pernah melihat suatu fungsi matematika? Mungkin kamu pernah mempelajarinya saat duduk di bangku sekolah menengah pertama dulu, kurang lebih seperti itu.

Karena mesin pada dasarnya memiliki beberapa fungsi-ungsi dasar yang nantinya berfungsi untuk kinerja mesin. Fungsi yang ada nantinya akan membentuk komposisi yang sering juga disebut dengan primitif. User atau pengguna bisa menyusun primitif dengan sedemikian rupa agar masalah yang ada dapat terselesaikan dengan tuntas dan memunculkan sebuah solusi cerdas.

Ciri:
> Fungsi adalah first class object (fungsi bisa dibentuk seperti variabel/data)
> Mengandalkan bentuk rekursif (fungsi memanggil fungsi) untuk melakukan “pengulangan/looping”
Contoh: LISP, Haskell, Scala, Scheme

2. Pemrograman Prosedural atau Iteratif

Berbeda dengan pemrograman fungsional, pada pemrograman prosedural atau iteratif ini, pengguna atau user harus memberikan serangkaian perintah yang berurutan untuk menyelesaikan suatu masalah pemrograman. Bila perintah tidak dilakukan secara terurut, masalah yang muncul kemungkinan tidak dapat terselesaikan dengan baik.

Sedikit informasi tambahan, bahwa pemrograman ini menggunakan konsep dasar mesin Von Newman, atau sekelompok tempat yang berguna untuk menyimpan memori yang nantinya akan dibedakan menjadi dua bagian, yaitut memori instruksi dan memori data.

Ciri:
> Adanya bentuk looping (pengulangan)
> Unit abstraksi: prosedur dan fungsi (subprogram)
> Step program intinya menerangkan bagaimana caranya solve problem (the HOW)
Contoh Bahasa: Pascal, C, PHP

3. Pemrograman Berorientasi Objek

Lain pula halnya dengan pemrograman yang berorientasi pada objek. Sesuai dengan namanya, pemrograman ini menyelesaikan suatu masalah yang ada dengan berorientasi kepada objek karena seluruh data serta fungsi yang ada di dalamnya dikemas dalam suatu kelas atau objek-objek yang terpisah ke beberapa bagian tertentu.

Hal ini sangat berbeda dengan pemrograman prosedural atau iteratif yang sudah dijelaskan sebelumnya karena setiap objek yang ada dapat menerima pesan yang dikirim, memproses data yang ada, serta mengirimkan pesan ke objek lainnya tanpa harus melakukannya secara berurut karena dapat dilakukan sekaligus dalam satu waktu.

Ciri:
> unit abstraksi: class/object
Contoh bahasa: C++, Java, Smalltalk, PHP

4. Pemrograman Deklaratif, Predikatif atau Logic

Terakhir, untuk jenis pemrograman ini, suatu masalah dianggap sebagai pekerjaan komputer yang dilakukan melalui sebuah inferensi terhadap fakta yang ada. Hal tersebut didasari oleh sebuah predikat yang mendefinisikan relasi antar individu sebagai kumpulan dari beberapa fakta yang tersedia.

Sejumlah fakta tersebut nantinya memiliki aturan atau inference rules yang kemudian saat sudah dalam tahap eksekusi, user dapat mengajukan pertanyaan atau query guna mencocokkan terhadap fakta-fakta tersebut sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik.

Pemrogaman inisifatnya mensolve problem bukan dengan cara menspesifikasikan caranya (HOW) seperti pada Pemrograman Prosedural,

tetapi dengan menspesifikasikan/DECLARE apa yang dimau/dibutuhkan (the WHAT)

Contoh bahasa: Prolog


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *